Jiwa (Spirit/Mind) bukanlah entitas terpisah dari materi, melainkan fungsi inti yang muncul saat sistem materi mencapai tahap evolusi tinggifungsi intiDari sudut pandang ilmu sistem, jiwa adalah fungsi tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh materi yang sangat terorganisasiโotak manusiaโdalam memproses informasi dan merefleksikan eksistensi sosial, menandakan transisi fungsional dari 'respons pasif' menuju 'representasi aktif'.
1. Tangga Evolusi: Dari Materi ke Jiwa Mula-Mula
Penghasilan jiwa mengikuti hukum umum otonomi alamiah. Dalam tangga evolusi yang kontinutangga evolusidi mana sistem sederhana้ๅนณ่กก้็บฟๆง่ช็ป็ป็ณป็ปseperti struktur dissipatif telah menunjukkan ciri tertentu yang konsisten dengan fenomena jiwa, menandai titik awal munculnya fenomena jiwa dari gerakan materi.
2. Fenomena Prajiwa (Pre-mental phenomena)
Orientasi, selektivitas, dan kemampuan diri sendiri yang ditunjukkan oleh sistem non-seimbang sederhana dianggap sebagai 'prajiwa'. Misalnya, perilaku penghindaran rintangan pada organisme sel tunggal, meskipun tidak memiliki sistem saraf, sudah menunjukkan refleksi selektif awal melalui konduksi sinyal fisika-kimia.
3. Penolakan Total terhadap Sistemik
Fenomena jiwa adalah hasil dari evolusi jangka panjang alam. Struktur ilmu pengetahuan modern tidak lagi mendukungdualisme filosofi Descartes, karena jiwa dianggap sebagai keadaan dinamik teratur yang muncul dari sistem materi kompleks pada tahap evolusi tertentumuncul (Emergence)yang muncul, merupakan kemampuan otak dalam memproses informasi.